Jumat, 11 Juli 2008

Partai Politik?

Sebenarnya apa itu partai politik?

Dalam Wikipedia Indonesia, partai politik adalah organisasi politik yang menjalani ideologi tertentu atau dibentuk dengan tujuan khusus, namun di dalam anggapan masyarakat umumnya partai politik yang seharusnya menjadi wadah aspirasi anggota masyarakat tidak jarang di kaitkan dengan arogansi perebutan kekuasaan melalui pencalonan kadernya dalam pemilu baik itu pemilu legislatif, pilkada ataupun pemilihan presiden. Dalam pesta demokrasi tersebut partai politik tidak jarang menggunakan segala cara untuk menarik perhatian masyarakat terhadap kader yang di calonkanya baik itu melalui jalan good campagine ataupun black campagine. Berikut yang penulis anggap sering terjadi baru-baru ini di kala pemilu di selenggarakan, di kutip media cetak dan elekltronik.

A. Metoda good champagne, antara lain

1. Mengunjungi tempat keramaian, seperti pasar, terminal dan lain-lain
2. Mengadakan hiburan bagi masyarakat di lapangan
3. Mengjak publik figur dalam pencalonan
4. Mengunjungi para fakir dan miskin
5. Mengunjungi tempat ibadah
6. Mepublikasikan dirinya melalui berbagai media baik itu media cetak, ataupun elektronik.

B. Metoda Balck champagne

1. Money politik
2. Suap Anggota KPU untuk mencuri start pemilu
3. Pemalsuan surat suara
4. Pemalsuan Kartu pemilih

Di dalam metode tersebut di atas yang kini populer adalah kaderisasi publik figur dalam pilkada. Dengan cara ini terbukti partai politik dapat memenangkan pemilu, contohnya pilkada jawa barat dan pilkada walikota serta cara lain yang di anggap ampuh adalah pempublikasian calon dimedia elektronik seperti pembuatan iklan dan internet. 

Sejalan dengan reformasi dan runtuhnya tahta orde baru yang di tandai dengan lengsernya rezim soeharto, partai politik yang dulunya hanya berjumlah dua dan satu golongan berkembang menjadi puluhan dan bahkan ratusan. Berjamurnya partai polotik ini mengakibatkan kehidupan demokrasi semakin kompleks di negri yang genap 63 tahun ini. Banyaknya partai politik di negri ini, tidak jarang mengakibatkan persaingan yang tidak sehat khususnya saat pemilu seperti money politic dan sebagainya karena cara ini dianggap mampu menarik suara karena kemungkinan ketakutan ketidakadaan suara dalam pemilu. Hal ini membuat fungsi partai politik yang secara tidak langsung memberikan pendidikan politik bagi masayarakat di rasa kurang memberi manfaat bagi masayarakat dalam halnya memberi pendidikan politik.

Partai politik yang menjadi wadah aspirasi masyarakat ini juga kesannya kurang baik baru-baru ini kalangan masyarakat, karena kadernya di parlemen sebagai anggota dewan tertangkap KPK terkait KKN. Teratangkapnya kader partai politik ini memberikan kesan bahwa kader di parlemen hanya memikirkan kepuasaanya sendiri dan kurang memikirkan rakyat yang sedang menjerit karena kenaikan harga BBM dan pangan. 

Kader di parlemen yang seharusnya memikirkan dan memperjuangkan rakyat tidak sedikit yang hanya memikirkan kenaikan gaji, tunjangan, fasilitas dan lain-lain yang di anggap memberatkan anggaran negara. Anggota kader politik yang seharusnya menjadi contoh masyarakat juga baru-baru ini terlibat dalam foto yang kurang terpuji dengan seorang wanita di internet. Semua ini mengakibatkan kesan partai politik di mata masyarakat di rasa kurang terpuji sebagai ciri sebuah negara demokrasi yang sedang dalam reformasi dan mencari jati dirinya kembali. Semoga pemilu 2009 partai politik di indonesia lebih dewasa dan lebih memperjuangkan aspirasi rakyat.   

Tidak ada komentar: